Kiat Belanja Online Aman agar Terhindar Penipuan

89

Internet telah mengubah cara orang dalam berbelanja. Kini hampir semua kebutuhan hidup masyarakat bisa dilakukan dengan belanja online aman. Namun kemudahan orang dalam bertransaksi secara online juga meninggalkan celah keamanan yang harus diwaspadai. Jika tidak berhati-hati, risiko keamanan data dapat berujung pada kerugian materi.

Belanja online aman sejatinya memberikan keuntungan yang sangat besar bagi masyarakat. Dengan berbelanja online, pembeli bisa mendapatkan pilihan produk yang sangat beragam. Tidak cuma itu, pembeli juga bisa membeli produk dengan harga terbaik karena bisa melakukan perbandingan harga antara satu toko dengan toko yang lain.

Baca juga: Kiat Sukses Mencegah Pencurian Identitas di Internet

Selain itu dengan belanja online aman, pembeli mendapatkan kemudahan dalam melakukan pembayaran lewat internet dengan menggunakan e-banking, kartu kredit, atau transfer uang lewat aplikasi mobile. Apalagi beberapa tahun terakhir, berbagai layanan dompet digital bermunculan yang membuat transaksi online semakin mudah dilakukan. Sebut saja OVO, Gopay, Dana, LinkAja, Jenius, Doku, Sakuku, dan lain-lain.

Selain mempermudah pembayaran, dompet digital kerap menawarkan program promo menarik sehingga orang semakin diuntungkan dengan layanan tersebut. Singkat kata, aktivitas belanja dan transaksi online telah mempermudah kegiatan masyarakat dalam mendapatkan barang-barang kebutuhannya.

Baca juga: Plus Minus Dompet Digital yang Perlu Kamu Ketahui

Namun maraknya belanja online juga bukan tanpa risiko. Bagi pelaku tindak kejahatan setiap celah bisa dimanfaatkan termasuk dengan cybercrime. Untuk itu, agar belanja online dapat dilakukan secara aman dan nyaman, beberapa tip berikut ini bisa kamu terapkan:

1. Berbelanja hanya pada penjual terpercaya

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Tawaran produk dan jasa bertebaran di internet. Semua orang bisa membuat toko sendiri untuk menjual produk dan jasa lewat toko online, marketplace, atau media sosial. Dengan banyaknya tawaran produk dan jasa, pembeli akan mendapatkan lebih banyak pilihan. Tapi, pembeli tetap harus waspada terhadap pelaku kejahatan penipuan yang berkedok jual beli online.

    Untuk itu, sebaiknya kamu hanya berbelanja pada penjual terpercaya baik di toko online, media sosial, atau marketplace. Kamu bisa melakukan filter dengan beberapa cara misalnya dengan melihat dari tanda bintang jika kamu berbelanja lewat aplikasi mobile. 

    Untuk toko-toko yang berada di marketplace, kamu juga bisa menyeleksinya dengan melihat tanda bintang yang diperoleh. Sebuah aplikasi atau toko online yang bagus akan mendapatkan rating atau bintang lebih dari empat. Sedangkan untuk toko online yang menggunakan website dan media sosial, kamu juga bisa melihat reputasi penjual dari review, komentar atau testimoni para pembeli di toko tersebut.

    2. Baca deskripsi produk dengan teliti

    Pastikan kamu selalu membaca deskripsi produk dengan teliti sebelum membeli barang secara online. Perhatikan informasi penting seperti bahan, fungsi, warna, ukuran dan tanggal kedaluwarsa. Tanyakan pada penjual jika ada informasi tertentu yang tidak tersedia di dalam deskripsi produk.

    Baca juga: Cermati Trik Pemasaran yang Bikin Kamu Tergoda Belanja

    Jangan sampai kamu baru melakukan komplain setelah barang diterima karena barang yang dibeli tidak sesuai ekspektasi. Jika informasi barang tersebut sudah tercantum di deskripsi produk tapi kamu lalai membacanya, besar kemungkinan permintaan pengembalian barang akan ditolak oleh penjual.

    3. Baca testimoni atau review produk dari pembeli

    Testimoni dan review produk dari pembeli sebelumnya bisa memberikan informasi tentang kualitas produk yang akan dibeli. Jika banyak pembeli yang puas dan merekomendasikan produk tersebut, kamu bisa melanjutkan pembelian.

    Sebaliknya jika banyak yang komplain karena barang tidak sesuai deskripsi atau kualitasnya tidak bagus, sebaiknya urungkan niat untuk membeli produk tersebut. Karena tidak bisa melihat dan mengecek langsung barang yang dijual, maka lakukanlah transaksi online dengan mengambil risiko seminimal mungkin.

    4. Pastikan barang yang dijual orisinal

    Seringkali penjual di toko online atau marketplace menjual barang tiruan dari produk bermerek tanpa mencantumkan informasi bahwa produk tersebut bukan barang asli. Dengan harga yang jauh lebih murah pasti banyak orang yang tergiur untuk membelinya.

    Padahal produk bermerek tidak akan memberikan diskon yang terlalu besar. Untuk menghindari pembelian produk tiruan atau palsu sebaiknya tanyakan keaslian produk ke penjual terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Kenali juga istilah khusus seperti refurbish, replika dan KW (kwalitas) yang maknanya sama dengan bukan barang orisinal.

    5. Jaga keamanan data kartu kredit

    Untuk metode pembayaran menggunakan kartu kredit, kamu akan diminta untuk mengisi formulir berisi data-data kartu kredit. Salah satunya adalah kode CVV pada kartu kredit VISA dan CVC pada kartu kredit Mastercard. CVV dan CVC merupakan tiga digit angka terakhir yang ada di belakang kartu kredit untuk verifikasi pembayaran.

    Sebelum memasukkan data kartu kredit tersebut, kamu harus pastikan situs tersebut aman dan bukan scam. Kamu bisa melakukan penelusuran informasi di internet apakah situs tersebut aman atau tidak untuk bertransaksi.

    Penipuan dengan memanfaatkan transaksi kartu kredit bisa berakibat kerugian di mana kamu harus membayar sesuatu yang tidak dibeli. Kejadian seperti ini sering dialami oleh pembeli yang melakukan transaksi pada situs-situs dari luar negeri.

    Sebagai contoh, seseorang hanya membeli produk trial selama seminggu. Tapi setelah satu minggu, ada tagihan kartu kredit lainnya yang jumlahnya jauh lebih besar untuk pembayaran langganan satu tahun dan tahun-tahun berikutnya secara otomatis. Ada juga kasus penipuan di mana seseorang hanya membeli satu produk tapi muncul beberapa tagihan produk turunannya secara otomatis.

    Untuk menghindari kasus-kasus penipuan, kamu harus sangat jeli saat bertransaksi menggunakan kartu kredit di internet. Lakukan check dan recheck terlebih dahulu apakah situs tersebut aman atau tidak.

    6. Pastikan selalu log out usai bertransaksi

    Jika sudah selesai menggunakan akun dompet digital, marketplace atau email, pastikan untuk selalu log out atau keluar dari situs tersebut, terutama jika menggunakan komputer bersama di warung internet.

    Meninggalkan akun pribadi dalam kondisi terbuka atau masih aktif akan sangat berisiko. Jangan sampai akun yang masih terbuka dipergunakan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan transaksi tanpa sepengetahuan kamu.

    7. Gunakan password yang rumit

    Untuk mencegah akun penting kamu diretas oleh orang lain sebaiknya gunakan kata kunci atau password yang rumit. Kata kunci yang rumit terdiri dari kombinasi huruf besar dan kecil, angka serta simbol.

    Semakin rumit sebuah kata kunci akan semakin aman. Namun meskipun rumit, kita tetap harus menggunakan kata kunci yang mudah diingat. Hindari menggunakan kata kunci dengan tanggal lahir karena sangat mudah untuk ditebak dan diretas oleh orang lain.

    8. Simpan bukti pembayaran jika dibutuhkan sewaktu-waktu

    Untuk berjaga-jaga jika terjadi kendala di kemudian hari, pastikan kamu selalu menyimpan bukti pembayaran barang yang telah dibeli. Dengan bukti pembayaran tersebut, kamu bisa melakukan komplain atau mengajukan pengembalian dana jika ada masalah dengan produk yang dibeli.

    Kesimpulannya, tak perlu takut berlebihan untuk berbelanja online. Jika seluruh tip di atas bisa dijalankan, transaksi online bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Selamat berbelanja online!

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu