Trading Forex dan Saham, Apa Persamaan dan Perbedaannya?

110

Trading forex dan saham semakin banyak digemari kendati risikonya tinggi. Nilai transaksi harian forex secara global mencapai 5,1 triliun dolar AS, melibatkan trader besar seperti bank investasi dan perusahaan-perusahaan besar lain yang membutuhkan valuta asing untuk kegiatan bisnisnya. Sementara itu, jumlah investor saham di Indonesia semakin banyak. OJK mencatat jumlah investor naik sekitar tiga kali lipat sejak akhir 2015 hingga Februari 2019. Menurut Direktur Pengelolaan Investasi OJK Sujanto seperti dikutip Kontan.co.id, jumlah investor saham mencapai 900.000, sementara investor reksa dana di atas satu juta.

Baca juga: Ini Perbedaan Investasi dan Trading

Sebelum memutuskan trading saham atau forex, ada baiknya kamu mengetahui persamaan dan perbedaan keduanya.

Persamaan

1. Risiko tinggi

Baik trading saham maupun forex merupakan investasi yang berisiko tinggi karena harganya bergerak fluktuatif dipengaruhi psikologis pasar. Konsekuensinya, kamu bisa mengalami kerugian dari kegiatan jual beli forex atau saham ini. Eko Endarto, financial planner dan pendiri Finansia Consulting mengatakan, risiko lebih tinggi ada di forex karena menggunakan transaksi dua arah yaitu jual dan beli.

“Kalau salah prediksi maka potensi kerugian jadi besar. Selain itu di forex kerugian langsung terealisasi karena adanya margin yang langsung terpotong bila terjadi salah prediksi,” ujarnya.

2. Potensi imbal hasil tinggi

Seimbang dengan risikonya, potensi return di trading saham dan forex termasuk tinggi, bisa berkali-kali lipat dalam kurun waktu tertentu. Sebagai contoh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Pada 23 Januari 2009 harga saham BRI tercatat Rp433/ saham. Sementara 10 tahun kemudian pada 23 Januari 2019 saat penutupan perdagangan, harga saham BRI bertengger pada level harga Rp3.770/saham.

Jika dihitung dari kenaikan harga saham dan dividen yang diterima, maka cuan atau keuntungan yang didapat dari saham BRI mencapai 981,25%. Ini sudah memperhitungkan dua kali stock split atau pemecahan nilai saham yang dilakukan BRI.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Baca juga: Ragam Pilihan Trading yang Bisa Kamu Coba

    3. Memiliki fasilitas perdagangan online

    Kemajuan teknologi membuat trading forex dan saham bisa dilakukan di mana saja melalui jaringan internet (online). Cukup bermodalkan perangkat seperti komputer desktop, laptop, atau smartphone, kamu sudah bisa trading saham dan forex.

    4. Kemampuan analisa teknikal

    Kemampuan analisa teknikal diperlukan seorang trader, baik untuk tradingforex maupun saham. Gunanya adalah untuk memprediksi arah harga selanjutnya sehingga trader bisa menentukan posisi trading.

    5. Memanfaatkan volatilitas

    Pergerakan harga yang fluktuatif ternyata merupakan peluang bagi tradersaham dan forex untuk mendapatkan keuntungan. Semakin sering fluktuasi harga dalam satu periode waktu, maka ada banyak potensi keuntungan di situ.

    Perbedaan

     

    1. Tujuan

    Tujuan utama trading forex dan saham sama, yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Namun di saham ada tujuan lain yang bisa dicapai yaitu berinvestasi, di mana dalam kurun waktu panjang harga saham dengan fundamental yang baik bisa naik berkali-kali lipat dari harga awal pembelian. Sementara itu, forex tidak bisa dijadikan investasi karena nilai tukar pasangan mata uang global yang diperdagangkan cenderung bergerak dalam kisaran harga tertentu yang tidak bergerak jauh. Misalnya, harga USDJPY dalam kurun waktu tahun 2014-2019 berada di rentang 101 (harga terendah) sampai 125 (harga tertinggi). Tidak pernah ada kenaikan hingga dua kali lipatnya, seperti halnya harga saham.

    Eko mengatakan, sejatinya forex bisa saja dijadikan investasi, yang penting investor membatasi kerugian yang dia bisa terima.

    2. Kemampuan analisa fundamental

    Pada saham dan forex diperlukan analisis fundamental. Di forex, diperlukan analisa fundamental makroekonomi sebuah negara yang akan mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut. Sementara di saham, analisa fundamental lebih dalam karena ada analisa fundamental makroekonomi negara tempat perusahaan beroperasi dan fundamental perusahaan sebelum membeli sahamnya. Kinerja keuangan, rencana ekspansi perusahaan, keberlanjutan atau sustainability industri yang digeluti perusahaan harus diketahui investor. Gunanya untuk mengantisipasi kenaikan atau penurunan harga saham di masa depan.

    3. Jumlah item yang diperdagangkan

    Di Bursa Efek Indonesia ada lebih dari 600 saham yang ditransaksikan. Bahkan di New York Stock Exchange terdapat ribuan saham yang diperdagangkan. Sementara di forex umumnya broker menawarkan sekitar 20 pasang mata uang untuk diperdagangkan.

    Baca juga: Ciri Broker Ilegal yang Harus Kamu Tahu

    4. Transaksi dua arah

    Beberapa bursa saham di luar negeri memperbolehkan trading dua arah namun tidak demikian dengan Bursa Efek Indonesia. Keuntungan pada trading saham diperoleh saat trader membeli saham di harga rendah kemudian menjualnya saat harga naik. Artinya trading saham di Indonesia hanya mengenal trading satu arah. Tidak demikian halnya dengan tradingforex di mana trader bisa mendapatkan keuntungan saat harga turun. Trader menjual di harga tinggi kemudian membeli di harga lebih rendah (Short position).

    5. Daya ungkit atau leverage

    Di forex ada fasilitas leverage yaitu nilai trading bisa 100 kali dari modaltrading. Seorang trader forex bisa melakukan transaksi besar dengan modal kecil dan berpeluang mendapatkan hasil besar ketika prediksinya benar.

    Dengan penjelasan di atas, semoga kamu dapat lebih memahami karakteristik trading forex dan saham sehingga menjadi bahan pertimbanganmu sebelum menjadi trader salah satunya. 

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu