Mewaspadai Tantangan Ekonomi di 2020

38

Siapa sangka tahun 2020 ini ternyata penuh tantangan untuk semua sektor, termasuk tantangan ekonomi. Beberapa tantangan bahkan merupakan pekerjaan rumah tahun lalu yang belum terselesaikan.

Baca juga: Kiat Investor Muda Hadapi Resesi Ekonomi

Indonesia sudah menargetkan pertumbuhan ekonomi setinggi 5,3 persen untuk tahun ini. Meskipun demikian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan lebih rendah dari target awal tersebut. Bahkan, lembaga rating Moody’s Investor Services meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen.

Pastinya pemerintah sedang bekerja keras untuk memastikan ekonomi Indonesia akan baik-baik saja, meskipun akan ada usaha yang super ekstra untuk mewujudkannya. Sebagai investor newbie, kamu wajib mengetahui tantangan apa saja yang dihadapi sektor ekonomi tahun ini. Ini penting sebagai pertimbangan sebelum melakukan investasi . Jadi, kemungkinan rugi atau salah langkah bisa diminimalisir.

Penasaran? Yuk, disimak.

Perang dagang

Istilah ini bukanlah istilah yang baru di telinga kita. Perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi ketika suatu negara memberlakukan atau meningkatkan tarif atau hambatan perdagangan lainnya sebagai balasan terhadap hambatan perdagangan yang ditetapkan oleh pihak yang lain.

Perang dagang ini sudah dimulai sejak tahun 2018 antara Cina dan Amerika Serikat (AS), saat kedua negara adikuasa itu berlomba-lomba menaikkan tarif. AS misalnya, menaikkan tarif untuk ekspor barang Cina dari 10 persen menjadi 25 persen!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Kondisi juga makin memanas didorong dengan ditangkapnya Bos Huawei Meng Wanzhou di Kanada akhir 2018 lalu. Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggap penangkapan itu menimbulkan suasana konflik dalam geopolitik, terutama karena Huawei merupakan simbol dominasi Cina dalam bidang teknologi.

    Selain Cina dan AS, perang dagang sengit juga terjadi antara Korea Selatan dan Jepang. Jepang menerapkan batasan ekspor terhadap bahan kimia yang dibutuhkan industri teknologi Korsel, seperti Samsung dan LG, untuk menghasilkan semikonduktor serta layar di ponsel pintar.

    Kebijakan Jepang merupakan balasan atas keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan yang memutuskan Jepang harus memberikan kompensasi kepada para korban kerja paksa selama masa penjajahan (1910-1945).

    Resesi global

    Ya, resesi global juga jadi tantangan ekonomi di tahun yang dijuluki tahunnya tikus logam ini.

    Apa itu resesi?

    Menurut definisi dari the National Bureau of Economic Research, resesi merupakan periode jatuhnya seluruh kegiatan ekonomi secara signifikan dan berlangsung lebih dari beberapa bulan, yang tampak melalui penurunan produk domestik bruto (PDB) riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir maupun eceran.

    Saat ini resesi global sedang menghantui dunia. Bahkan banyak negara besar dunia yang saat ini sudah mengalami potensi resesi misalnya Jerman, Singapura, Argentina, Meksiko, dan Brasil.

    Pertumbuhan ekonomi memang sedang melambat. Seperti yang dikemukakan Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva jelang akhir tahun lalu, pertumbuhan ekonomi dunia melambat hingga 90 persen!

    Baca juga: Daftar Investasi Cuan di 2020

    Bank Dunia bahkan sudah merevisi bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan di sekitar angka 2,6 persen dari prediksi sebelumnya di angka 2,9 persen.

    Konflik Timur Tengah yang memanas

    Tantangan ekonomi juga karena adanya konflik di Timur Tengah yang masih belum selesai-selesai.

    Kondisi ini diperparah dengan memanasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang sudah berlangsung selama 70 tahun karena pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS.

    Kondisi tidak kondusif itu diperkirakan akan menyebabkan harga minyak mentah melambung dan akhirnya menggoyang perekonomian dunia. Termasuk Indonesia yang juga pengimpor minyak.

    Menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef), dampak langsung dengan naiknya harga  minyak dunia akan berpengaruh pada beban subsidi BBM dan listrik di Indonesia.

    Bagaimana dengan barang nonsubsidi? Mungkin dalam beberapa waktu ke depan warga Indonesia harus siap merogoh kocek lebih dalam karena akan ada penyesuaian harga.

    Brexit, cerainya Inggris dengan Uni Eropa

    Sektor ekonomi juga mengalami tantangan karena kasus Brexit, yaitu ketidakpastian tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit).

    Proses “cerai” ini cukup mahal dan akibatnya melemahkan pertumbuhan ekonomi di negara Ratu Elizabeth itu. Bahkan ada yang memprediksi ekonomi di negara itu tetap akan terguncang meskipun Inggris tidak jadi keluar dari Uni Eropa. Jadi istilahnya seperti makan buah simalakama, ya.

    Menurut hasil riset Institute for Fiscal Studies (IFS) yang dikutip dari CNN beberapa waktu lalu, ekonomi Inggris tidak akan tumbuh sama sekali pada tahun 2020 dan 2021 jika no-deal Brexit terealisasi.

    Pasalnya, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Inggris. Sebesar 44 persen ekspor barang dan jasa Inggris pada 2017 lalu ditujukan ke Uni Eropa.

    Tantangan internal Indonesia

    Selain tantangan eksternal di atas, tantangan internal untuk sektor ekonomi juga menghantui  Indonesia. Harus diakui Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dan kecilnya dampak investasi asing. Belum lagi serapan tenaga kerja juga rendah karena investasi yang minim.

    Meskipun demikian pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk meningkatkan investasi asing dengan mempermudah birokrasi, plus mulai beralih ke sustainable energy untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.

    Indonesia termasuk negara yang cukup beruntung karena masih mengalami pertumbuhan ekonomi meskipun “agak” merosot dibanding negara lain yang di ambang resesi.

    Baca juga: Aset Digital, Alternatif Investasi Masa Kini

    Dan kamu juga beruntung karena bisa berinvestasi lebih aman dengan obligasi yang dikeluarkan negara, atau emas yang dikenal sebagai investasi antikrisis. Bagaimana pun, dalam setiap kesempitan pasti ada peluang, bukan?

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu