Sebelum Mengajukan KTA, Kenali Dulu Biaya-Biaya Tambahan Selain Bunga

40

Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi salah satu pinjaman perbankan yang diminati oleh masyarakat. Meskipun memberikan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kredit multiguna, namun KTA tetap menarik. Padahal selain bunga, sejumlah biaya juga harus ditanggung oleh nasabah yang mengajukan KTA.

Mangajukan KTA Tanpa jaminan aset

KTA diminati oleh masyarakat karena persyaratan kreditnya lebih mudah. Salah satunya adalah produk perbankan ini tidak meminta adanya aset tertentu yang dimiliki oleh nasabah sebagai jaminan atas pinjaman yang diajukan.

Persyaratan utama dari KTA adalah nasabah harus memiliki pendapatan tetap atau gaji tetap. Nasabah yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan akan diminta surat keterangan penghasilan dari tempatnya bekerja.

Sedangkan bagi wiraswasta, bukti adanya pendapatan tetap harus ditunjukkan lewat Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang menjelaskan pendapatan dan masa kerja perusahan. Dalam menyalurkan KTA, bank juga akan mempertimbangkan riwayat kredit dari pemohon kredit secara pribadi.

Baca juga: Berutang Boleh Saja, Asal…

Dengan tidak adanya permintaan jaminan aset, nasabah akan lebih mudah dalam mengajukan KTA. Maklum, meskipun profil keuangannya dianggap mampu untuk membayar cicilan bulanan, namun adanya jaminan aset dari perbakan kerap menjadi kendala masyarakat yang ingin mendapatkan dana dari kredit perbankan.

Proses pengajuan cepat

Selain persyaratannya yang lebih mudah, proses pengajuan KTA juga relatif lebih cepat. Sebagai contoh, kamu bisa melakukan renovasi rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan juga KTA. Jika kamu mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), waktu yang dibutuhkan hingga dana kredit cair memakan waktu sekitar satu bulan atau bahkan lebih.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Sedangkan jika kamu mengajukan KTA, proses yang dibutuhkan jauh lebih singkat hanya dalam waktu satu minggu. Sejumlah perbankan bahkan menjanjikan proses pencairan KTA hanya dalam waktu dua hingga tiga hari saja. Proses pemberian kredit yang cepat bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah membutuhkan dana segera untuk berbagai macam kebutuhannya.

    Beragam manfaat KTA

    Dana yang bisa diperoleh nasabah dari KTA jumlahnya bervariasi sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing. Bank akan memberikan KTA dengan nilai mulai dari Rp 5 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar. Kamu juga bisa mengajukan tenor yang panjang hingga 10 tahun.

    Dana KTA bisa dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah. Sejumlah kebutuhan yang bisa didanai dengan KTA di antaranya adalah tambahan modal usaha, merenovasi rumah, dana darurat, biaya resepsi pernikahan hingga dana liburan.

    Biaya-biaya yang harus ditanggung

    Mereka yang mengajukan KTA sering kali tidak memperhatikan dengan teliti adanya potongan biaya atas pinjaman yang diperoleh. Yang paling diperhatikan oleh nasabah adalah besaran bunga kredit. Tapi selain bunga terdapat biaya-biaya lain yang jumlahnya tidak sedikit.

    Baca juga: Menimbang Prioritas, Bayar Utang atau Investasi Aman?

    Potongan biaya-biaya KTA itu diberlakukan sejak pertama kali kita menerima uang pinjaman, di tengah periode kredit berjalan hingga saat pelunasan dilakukan. Adanya biaya-biaya tersebut tentu menambah beban yang harus ditanggung oleh nasabah selain bunga.

    Bagi kamu yang ingin mengajukan KTA ke perbankan, sebaiknya kamu mengenali biaya-biaya yang diberlakukan oleh bank kepada nasabahnya. Berikut ini potongan biaya atas KTA:

    Biaya provisi

    Jika kamu mengajukan KTA, dana yang kamu terima dari perbankan di awal kredit tidak utuh tapi akan langsung dipotong untuk membayar biaya provisi. Provisi adalah biaya atas disetujuinya pinjaman KTA yang diajukan. Biaya provisi juga kerap disamakan dengan biaya administrasi perbankan. Masing-masing bank menerapkan biaya provisi yang bervariasi antara 1% hingga 3% dari pinjaman yang diberikan.

    Biaya asuransi

    Bank juga mewajibkan nasabah untuk mengasuransikan pinjaman KTA yang diperoleh. Dengan demikian, jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi akan melunasi sisa kredit yang belum dibayar oleh nasabah. Hal tersebut dapat meringankan keluarga yang ditinggalkan. Biaya asuransi untuk pengajuan KTA sekitar 1% dari pinjaman yang diperoleh.

    Dana ditahan untuk cicilan terakhir

    Selain biaya provisi dan asuransi yang langsung dipotong di awal kredit, dana yang kamu peroleh dari perbankan pertama kali juga tidak utuh karena bank akan menahan saldo di rekening bank kamu senilai satu kali cicilan bulanan. Saldo ditahan itu akan dipergunakan untuk membayar cicilan terakhir pada masa kredit. Jadi pada bulan terakhir saat jatuh tempo nanti, kamu tidak perlu lagi membayar cicilan bulanan. Namun tidak semua bank menerapkan aturan saldo ditahan untuk cicilan terakhir.

    Baca juga: 7 Langkah Tepat Agar Kamu Tak Terjerat Utang Kartu Kredit

    Biaya tahunan

    Selain memotong biaya provisi di awal masa kredit, ada bank yang menerapkan biaya tahunan pada nasabah KTA. Biaya tahunan dibayarkan bersamaan dengan pembayaran cicilan bulan pertama di setiap tahun berikutnya. Biaya tahunan ini tidak sebesar biaya provisi, jumlahnya sekitar Rp150.000 per tahun. Namun tidak semua bank menerapkan biaya tahunan pada nasabah KTA.

    Denda keterlambatan

    Bank mengharuskan nasabah membayar cicilan bulanan KTA tepat waktu. Jika nasabah terlambat membayar cicilan KTA, bank akan memberlakukan denda keterlambatan. Denda keterlambatan yang harus dibayar bisa mencapai 2%-5% dari jumlah cicilan bulanan yang seharusnya disetorkan nasabah.

    Denda pinalti

    KTA diberikan dengan jangka waktu pinjaman atau tenor tertentu. Jika sebelum jatuh tempo, kamu memiliki dana yang cukup dan berniat melunasi KTA , kamu akan dikenai denda pinalti. Denda atas pelunasan lebih awal ini juga berbeda-beda antara satu bank dengan bank lainnya.

    Denda pinalti yang dibebankan sekitar 5% hingga 8% dari sisa pinjaman yang belum dibayarkan oleh nasabah. Selain itu, kamu juga harus membayar bunga berjalan pada bulan saat pelunasan KTA lebih awal tersebut dilakukan.

    Demikian ulasan tetang Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan biaya-biaya selain bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu dapat menyiapkan dan mempertimbangkan pengajuan KTA dengan lebih baik.

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu