7 Faktor Pendongkrak Harga Properti yang Wajib Kamu Tahu

45

Properti dikenal sebagai instrumen investasi yang bisa memberikan imbal hasil tinggi. Jika berinvestasi pada properti dengan harga properti yang tepat, kamu bisa mendapatkan keuntungan melampaui imbal hasil instrumen investasi yang lain. Namun, investasi properti membutuhkan modal yang besar. Selain itu butuh kejelian dalam memilih properti yang bisa memberikan cuan optimal.

Pada dasarnya, semua orang telah mengenal aset properti. Awalnya properti terutama rumah memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal bagi keluarga. Tapi dengan perkembangan waktu, properti memiliki fungsi yang luas untuk tujuan komersial dan investasi.

Baca juga: Milenial Beli Rumah Lewat Lelang Bank? Bisa, kok!

Dengan harga properti yang semakin mahal, konselor keuangan MONEYnLOVE Consulting Freddy Pieloor mengatakan, investasi properti sebaiknya dilakukan tanpa menunda-nunda waktu lagi. “Waktu yang tepat untuk berinvestasi properti adalah saat kita memiliki uang, kala suplai berlebihan dan harga stagnan,” kata Freddy. 

Jika kamu berniat menjadikan properti sebagai aset investasi bukan hanya sebagai tempat tinggal, cara pandangnya harus berbeda. Fokus utamanya harus pada prospek kenaikan harga atau kemudahan sewa properti tersebut sehingga bisa memberikan keuntungan di masa depan.

Kelebihan investasi properti

Properti bisa menjadi pilihan investasi yang sangat menarik karena memiliki sejumlah kelebihan. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi properti, kenali dulu kelebihan properti sebagai aset investasi.

Adapun kelebihan investasi properti di antaranya adalah

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Harga properti selalu naik

    Selama ini, harga properti dipersepsikan selalu naik. Dengan luas tanah yang semakin terbatas dan permintaan yang terus meningkat, persepsi tersebut memang tidak salah. Kendati demikian, ada kalanya harga properti bergerak stagnan atau bahkan turun karena faktor khusus seperti banjir dan oversupply. Jadi ada properti yang butuh waktu lebih lama untuk menunggu hingga harga naik.

    “Harga properti tidak selalu naik. Namun sebagian besar properti mengalami kenaikan dikarenakan keterbatasan lahan dan bertambahnya jumlah penduduk,” ujar Freddy.

    Sumber recurring income

    Menurut Freddy, aset properti seperti rumah, apartemen atau ruko yang dapat disewakan merupakan kelebihan dari investasi jenis ini. Jadi selain dari kenaikan harga, aset properti juga dapat memberikan pendapatan tambahan berupa uang sewa.

    Pendapatan sewa properti ini bisa diperoleh secara rutin setiap bulan atau setiap tahun. Harga sewanya juga cenderung naik dari waktu ke waktu. Dengan demikian, investasi properti juga bisa memberikan pendapatan berulang atau recurring income bagi investor.

    Bisa dibeli dengan skema kredit

    Harga properti terkenal mahal sehingga butuh modal besar jika ingin berinvestasi properti. Untungnya, aset properti bisa dibeli dengan skema kredit perbankan. Hal tersebut menurut Freddy juga menjadi kelebihan dari investasi properti.

    Baca juga: Memindahkan Cicilan KPR ke Bank Lain, Apakah Menguntungkan?

    Properti bisa dibeli dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) jangka panjang selama 5 tahun hingga maksimal 20 tahun. Kredit ini akan membiayai sekitar 70%-80% dari harga properti yang dibeli. Semakin panjang tenor kredit, maka semakin ringan cicilan yang harus dibayarkan oleh investor setiap bulan. Adanya skema kredit ini memudahkan investor dalam membeli properti.

    Kekurangan investasi properti

    Investasi properti memang menjanjikan keuntungan yang tinggi. Tapi bukan berarti investasi ini tanpa kekurangan. Kekurangan investasi properti di antaranya adalah:

    Tidak likuid

    Investasi properti memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis investasi lainnya. Dengan harga yang tinggi, penjualan properti tidak bisa dilakukan secara cepat. Seringkali orang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan tahun untuk bisa menjual properti dengan harga yang diinginkannya. Dengan demikian, investasi properti tidak cocok bagi investor jangka pendek yang menginginkan dana investasi bisa dicairkan secara cepat.

    Biaya perawatan

    Freddy menjelaskan, salah satu kekurangan dari investasi properti adalah perlunya biaya perawatan. Untuk aset properti berupa rumah, biaya perawatan yang dibutuhkan seperti perbaikan atap bocor, pengecatan ulang dan lain-lain. Rumah yang kondisinya terawat akan meningkatkan nilai investasi.

    Biaya asuransi dan biaya lingkungan

    Untuk melindungi aset properti, kamu juga perlu memiliki asuransi properti. Asuransi tersebut berfungsi untuk mencegah kerugian jika terjadi kebakaran atau bencana alam. Polis asuransi yang harus dibayar akan menambah biaya yang harus kamu tanggung.

    Selain asuransi, ada pula biaya lingkungan yang harus dibayarkan oleh pemilik properti. Jika kamu memiliki rumah tapak, maka ada iuran Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang harus dibayar tiap bulan. Untuk kepemilikan apartemen, ada biaya tambahan berupa Iuran Perawatan Lingkungan (IPL).

    Faktor-faktor penentu kenaikan harga properti

    Investasi properti memang sangat menggiurkan. Di daerah perkotaan yang padat penduduk dengan lahan yang terbatas, harga properti seperti rumah dan apartemen terus mengalami kenaikan. Permintaan sewanya juga tinggi dan tarifnya makin mahal karena suplai terbatas.

    Investasi properti akan memberikan imbal hasil yang besar jika dilakukan dengan benar. Berikut ini, 7 faktor yang harus kamu perhatikan dalam berinvestasi properti:

    Lokasi yang prospektif

    Hal pertama yang harus diperhatikan dalam berinvestasi properti adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Artinya, lokasi menjadi faktor utama yang akan menentukan tinggi rendahnya keuntungan investasi yang bisa diperoleh investor.

    Carilah properti di lokasi yang prospektif dengan tingkat kenaikan harga yang tinggi. Harga properti di lokasi strategis tentu akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan properti di lokasi lain. Tapi prospek kenaikan harganya juga jauh lebih baik. Jika jeli, kamu masih bisa menemukan properti dengan harga yang masih rendah, tapi memiliki prospek kenaikan harga tinggi.

    Ketersediaan fasilitas pendukung

    Keberadaan fasilitas pendukung di dekat lokasi properti yang akan dibeli juga menentukan tinggi rendahnya harga properti. Fasilitas pendukung yang bisa ikut menopang kenaikan harga properti di antaranya adalah rumah sakit, mal, sekolah, universitas, dan lain-lain.

    Orang yang membeli properti akan mencari kenyamanan tinggal di mana berbagai kebutuhan bisa ditemukan dengan mudah. Fasilitas-fasilitas tersebut akan menjadi nilai tambah dari properti sehingga prospek kenaikan harganya tinggi.

    Kemudahan akses transportasi

    Kemudahan akses transportasi juga menentukan kenaikan harga properti di masa depan. Sebab dengan mahalnya harga properti di kota besar seperti Jakarta, orang akan cenderung memilih properti di daerah penyangga yang harganya relatif masih terjangkau. Selanjutnya perjalanan dari rumah ke tempat kerja akan ditempuh dengan menggunakan transportasi publik.

    Baca juga: Untuk Antisipasi, Ini Jenis-Jenis Asuransi Banjir

    Jadi saat memilih properti sebaiknya cari lokasi yang berada di dekat fasilitas transportasi seperti stasiun kereta rel listrik (KRL), moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT), pintu tol, bandara dan lain-lain. Permintaan properti di sekitar lokasi tersebut sangat tinggi sehingga harganya terus melambung.

    Harga beli kompetitif

    Usahakan untuk mencari properti dengan harga yang kompetitif. Cara sederhana untuk mengetahui harga pasaran properti di daerah atau kawasan tertentu adalah dengan membandingkan harga properti di situs jual beli properti online. Di situ, kamu bisa mendapatkan gambaran harga properti rumah atau apartemen di daerah yang sama.

    Pada daerah yang sudah berkembang pesat biasanya sudah tidak ada lagi properti baru yang diluncurkan oleh pengembang. Pasokan yang tersedia di kawasan tersebut hanya rumah bekas. Untuk rumah bekas ini seringkali harga ditentukan oleh broker atau agen properti. Jika kamu ingin membeli rumah bekas, lakukan negosiasi dan perbandingan harga antara satu broker dengan broker yang lain untuk mendapatkan harga terbaik. Apabila ada properti yang dijual langsung oleh pemiliknya akan memudahkan negosiasi harga. Dengan harga pembelian yang kompetitif, prospek imbal hasil yang diperoleh akan makin besar.

    Rencana pengembangan kawasan

    Freddy mengatakan properti bisa mengalami kenaikan harga yang fantastis bila ada rencana pengembangan kawasan tersebut di masa depan seperti pembangunan ibu kota baru, jalan tol, atau bandara. Meski baru tahap rencana, harga properti di kawasan tersebut akan terus mendaki. Jika kamu membelinya saat harga properti di kawasan tersebut masih murah, potensi keuntungannya akan berlipat.

    “Faktor yang paling mempengaruhi keuntungan kita dalam berinvestasi properti adalah timing dan hoki, kala pemerintah membangun jalan tol dan fasilitas lainnya,” kata Freddy.

    Status hukum

    Sebelum berinvestasi properti, periksa kelengkapan legalitasnya berupa sertifikat tanah, izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain-lain. Kamu perlu mempelajari perbedaan berbagai status kepemilikan seperti hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai atau hak satuan rumah susun. Perbedaan status kepemilikan juga menentukan harga properti. Properti dengan status hak milik merupakan jenjang sertifikat tanah tertinggi atau terkuat.

    Status kepemilikan ini penting diketahui sejak awal untuk menghindari biaya-biaya peningkatan status sertifikat di kemudian hari. Agar tidak ada masalah hukum, pastikan juga sertifikat tidak sedang diagunkan sebagai jaminan di bank atau pihak lain.

    Bebas bencana alam

    Sebelum membeli properti untuk investasi, pastikan aset properti tersebut berada di daerah yang bebas bencana alam. Sebab harga properti yang berada di daerah yang rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, atau gunung meletus akan cenderung stagnan. Selain itu, kamu juga akan lebih sulit untuk menjual properti di daerah rawan bencana.

    Faktor-faktor penentu kenaikan harga properti tersebut dapat kamu jadikan pertimbangan ketika akan membeli properti untuk investasi.  Yang pasti, investasi properti akan sangat menguntungkan jika kamu berinvestasi pada properti yang tepat..

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu