Mana yang Lebih Menguntungkan, Trading Aktif atau Buy and Hold?

45

Secara umum investor saham terbagi menjadi dua tipe. Pertama, mereka yang aktif melakukan trading. Investor tipe ini rutin membeli saham lalu menjualnya kembali dengan tujuan mencari keuntungan dalam jangka pendek. Tipe kedua, mereka yang lebih suka membeli saham lalu menyimpannya dalam jangka waktu lama (buy and hold).

Baca juga: Apa Perbedaan Trading Forex dan Saham

Kedua strategi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mana yang lebih menguntungkan? Berikut ini penjelasannya.

Keuntungan

Lucky Bayu Purnomo, pendiri LBP Institute mengatakan, Trading Aktif akan lebih menguntungkan saat kondisi pasar dalam kondisi high volatility atau berada dalam kondisi volatilitas tinggi. Volatilitas adalah besaran perubahan harga yang menunjukkan kinerja fluktuasi pasar pada periode tertentu.

Trading jangka pendek tersebut akan lebih baik apabila besaran selisih harga memiliki fluktuasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu transaksi jangka pendek dapat memperoleh keuntungan baik jual maupun beli dari selisih harga,” ujarnya.

Sementara itu keuntungan dari investasi jangka panjang atau buy and hold saham adalah dividen, dengan syarat fundamental perusahaan tersebut baik, dan memiliki riwayat pemberian deviden secara periodik.

Kerugian

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Walau jarang diperdagangkan, namun risiko juga tidak lepas dari investasi saham jangka panjang. Bisa saja kamu telah merasa aman memegang suatu saham dalam waktu yang cukup lama, namun pasar saham mengalami goncangan dipicu oleh krisis keuangan global dan hal ini terjadi ketika dekat dengan masa pensiun kamu. Keuntungan yang selama ini telah kamu kumpulkan bertahun-tahun akan berkurang atau bahkan terhapus.

    Kerugian dalam investasi saham jangka panjang bisa juga terjadi saat hal buruk menimpa perusahaan yang sahamnya kamu miliki dan tidak ada harapan untuk bangkit kembali. Padahal, beberapa tahun sebelumnya perusahaan tersebut terus mencatatkan kinerja baik.

    Baca juga: Pilihan Software Trading yang Bisa Dicoba

    Pedoman

    Lucky menambahkan untuk strategi buy and hold, pada dasarnya fundamental perusahaan yang baik menjadi kunci utama, kemudian tren harga yang menjadi tujuan transaksi harus memiliki likuiditas yang tinggi. Namun sebagai langkah awal, biasanya investor disarankan membeli saham-saham blue chip, walaupun harganya sudah premium.

    Untuk itu, strategi diversifikasi menjadi pilihan. Misalnya, 60% saham blue chip, kemudian 30% saham kapitalisasi menengah atau mid cap, dan 10% saham kapitalisasi kecil atau small cap.

    Dikutip dari stockbit. com, ada sejumlah pedoman dalam strategi buy and hold saham dalam jangka waktu panjang:

    1. Investasikan secara teratur, setiap bulan di saham dan deposito.
    2. Formula untuk berinvestasi ke saham = 100-umur kamu. Jadi misal sekarang kamu berumur 20 tahun, 100-20 = 80% dana sebaiknya dialokasikan ke ekuitas dan 20% ke deposito.
    3. Diversifikasi portofolio kamu di seluruh sektor dengan 20% investasi masing-masing ke perbankan, IT, barang-barang konsumsi, energi, logam, dan pertambangan.
    4. Perusahaan-perusahaan yang terpilih untuk investasi haruslah mendapatkan penghasilan dan bertumbuh secara konsisten dalam hal top line dan bottom line (pendapatan/penjualan dan laba).
    5. Perusahaan harus memiliki manajemen yang baik dan investor friendly.
    6. Memiliki catatan pembayaran dividen yang konsisten.

    Baca juga: Aman Berinvestasi dengan Bantuan Manajer Investasi

    Likuiditas

     

    Lucky menegaskan, kedua strategi ini harus memilih saham yang likuid. “Kata kunci utama adalah, saham tersebut harus likuid, baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” imbuhnya. Likuiditas merupakan hal penting dari sebuah aset terkait dengan kemudahan dan kecepatan untuk menjual pada harga pasar.

    Likuiditas suatu saham diukur oleh beberapa indikator, misalnya jumlah saham yang beredar, trading frequency, trading volume, price change, dan spreadBaik Buy and Hold maupun Trading Aktif, investor harus meluangkan waktu untuk mengamati saham-saham koleksinya guna mengantisipasi perubahan pasar. 

    Yang paling penting untuk diingat adalah bahwa tidak ada formula ajaib untuk menghasilkan uang di pasar saham. Bahkan investor yang paling berpengalaman memilih investasi saham menggunakan teori atau strategi, dengan berbagai tingkat keberhasilan, tergantung pada berbagai faktor.

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu