Kebiasaan Sederhana untuk Keuangan Sehat

46

Punya keuangan sehat menjadi dambaaan orang, termasuk kamu pastinya. Siapa, sih, yang tidak ingin kantong selalu berisi rupiah, tidak memiliki utang menggunung, punya tabungan yang menjamin masa depan nan cerah plus investasi yang bikin senyum makin lebar?

Baca juga: Langkah Mudah Diet Finansial untuk Keuangan Sehat

Namun, tidak semua orang seberuntung itu. Kebanyakan masih struggling alias berjuang untuk bisa bertahan dari utang dan cicilan. Jangankan menabung dan berinvestasi, setiap bulan justru nombok melulu. Tetapi jangan gundah gulana dan minder. Banyak, kok, cara untuk membuat keuanganmu yang “sakit” bisa jadi  sehat. Termasuk dengan kebiasaan sepele dan sering kamu abaikan di bawah ini:

Bayar tagihan tepat waktu

Mungkin kamu sudah tahu menunda-nunda sesuatu tidak baik. Begitu juga dengan kebiasaan menunda membayar cicilan atau utang kartu kredit misalnya. Bisa jadi kamu tidak punya waktu membuka mobile banking atau selalu berpikir “besok aja, deh”. Padahal besok atau hari ini pun, kamu tetap harus membayar semua cicilan utangmu dengan jumlah yang sama. Malah makin cepat kamu membayar, makin kecil kemungkinan kamu membayar denda seandainya terlambat.

Kebiasaan tidak menunda membayar tagihan tepat waktu memang sepele, tetapi terbukti bisa menyehatkan keuangan. Setelah semua tagihan terbayar, kamu jadi bisa mengetahui sisa dana bulananmu dan lebih hati-hati mengunakannya karena masa gajian masih lama.

Hindari pemakaian pecahan uang besar

Kebiasaan sepele lain yang bisa kamu coba adalah menghindari memakai pecahan uang besar. Secara psikologis, kamu akan lebih boros karena merasa uangmu masih banyak. Padahal yang kamu habiskan juga banyak.

Lebih baik gunakan pecahan uang kecil, atau kalau bisa selalu membawa uang receh di dalam dompet. Cara ini lumayan ampuh untuk menghindari pemakaian uang untuk hal yang tidak kamu butuhkan agar keuangan sehat dapat digapai.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Membeli yang dibutuhkan, bukan diinginkan

    Kebiasaan ini sering dilakukan siapa saja. Bahkan banyak yang sering bingung membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan” karena batasannya lebih tipis dari kulit bawang. Cara simpel yang bisa kamu lakukan adalah membuat skala prioritas. Ini bisa menunjukkan kalau barang yang berada di atas skala prioritas kamu adalah yang paling kamu butuhkan.

    Baca juga: Pakai Teknologi Perbankan agar Keuangan Lancar

    Membandingkan sebelum membeli

    Memang butuh usaha dalam hal membandingkan sebelum membeli sesuatu, terutama barang yang cukup mahal. Tetapi kebiasaan ini justru bagus untuk keuanganmu, karena kamu bisa memilih mana yang paling murah dan terbaik.

    Misalnya, sebelum memutuskan membeli tiket pesawat kamu bisa membandingkan harga di tiga aplikasi travel online. Kamu juga bisa membandingkan harga dari website maskapai yang sering memberi diskon harga. Dijamin kebiasaan ini akan membuat kamu lebih selektif dan dampaknya keuanganmu juga lebih sehat karena mendapatkan barang terbaik untuk harga terbaik.

    Kurangi gengsi untuk Keuangan Sehat

    Kebiasaan lain yang bisa kamu ubah dalam penyehatan keuangan adalah mengurangi gengsi. Biar sepele, gengsi ini sering merongrong kantong kamu dan bikin kamu jadi “sobat miskin” sebelum waktunya. Misalnya saja saat membeli kopi, kamu gengsi menolak sewaktu barista menawarkan kopi terbaru yang katanya enak (dan lebih mahal), padahal kamu belum tentu suka.

    Contoh lain, kamu memesan makanan di restoran lebih banyak dari yang sanggup kamu makan, karena gengsi membeli sedikit. Mengurangi gengsi akan membuat hidup kamu lebih simpel, syukur-syukur lebih damai. Selain itu keuangan juga lebih mudah kamu kendalikan karena kamu menghabiskan dana sesuai dengan yang kamu butuhkan.

    Baca juga: Atasi Stres Kondisi Keuangan dengan 6 Langkah Ini

    Kebiasaan-kebiasaan baik tadi memang sepele, namun mudah kamu terapkan dalam keseharian. Yang paling penting, cita-citamu memiliki keuangan sehat dapat terwujud. Setuju?

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu