Bingung Pilih Bisnis Waralaba? Perhatikan 7 Hal Esensial Ini

37

Ada banyak jalan yang bisa ditempuh jika kamu ingin memulai usaha. Salah satunya dengan memulai bisnis waralaba alias franchiseBerbisnis dengan cara waralaba cenderung lebih mudah dibanding membangun bisnis sendiri dari nol. Dengan skema waralaba, konsep bisnis sudah ada sehingga kamu tinggal mengikuti saja.

Bisnis waralaba memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, bisnis ini lebih mudah dilakukan sehingga bisa menjadi pilihan bagi orang yang baru masuk ke dunia bisnis. Pemilik waralaba (pewaralaba atau franchisor) biasanya akan memberikan dukungan dari bahan baku, pelatihan, hingga pemasaran.

Sedangkan salah satu kekurangannya, pemilik modal (terwaralaba atau franchisee) tidak bisa berinovasi sesuka hati lantaran aturan bisnisnya harus sesuai pusat. Di bisnis kuliner misalnya, pelaku usaha bahkan tidak bisa menambah menu atau berinovasi sesuka hati.

Baca juga: 5 Peluang Bisnis Syariah Nan Menjanjikan

Meski terlihat mudah, bisnis waralaba harus dipersiapkan dengan matang. Sebab, jika salah memilih waralaba, usaha bisa gagal di tengah jalan.

Ada baiknya pertimbangkan 7 hal ini sebelum memulai usaha dengan skema waralaba.

Pilih bisnis sesuai passion

Ada banyak penawaran bisnis waralaba saat ini, mulai dari bisnis makanan, minuman, kafe, salon dan spa, laundry hingga minimarket. Agar tidak bingung memilih, pastikan usaha yang akan digeluti sesuai dengan passion kamu.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Memilih bisnis sesuai passion akan membuat kamu lebih semangat dalam menjalankannya. Meski lelah, kamu juga tidak akan cepat bosan dan selalu bergembira dalam menjalankan bisnis ini.

Baca juga: 5 Bisnis Bermodal Kecil Bagi Si Pemula

Sebelum memulai bisnis, tidak ada salahnya juga bertanya pada seseorang yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis sesuai passion. Kamu bisa mencari informasi bagaimana mengelola bisnis tersebut agar terus berkembang.

Pilih bisnis dengan modal sesuai kemampuanmu

Tidak seperti bisnis sendiri, yang bisa mulai dari nol dengan modal seminimal mungkin, bisnis waralaba membutuhkan modal dalam jumlah tertentu, sesuai dengan jenis waralabanya.

Untuk itu, sesuaikan pilihan bisnis waralaba dengan modal yang kamu punya. Sebagai informasi, waralaba minimarket seperti Alfamart membutuhkan modal minimal Rp500 juta. Sementara jika tertarik dengan usaha Kebab Turki Baba Rafi, kamu perlu menyiapkan modal sekitar Rp75 juta.

Tapi jangan khawatir jika modal yang kamu miliki tidak terlalu besar. Ada banyak usaha yang membuka skema waralaba dengan modal di bawah Rp20 juta. Sebelum memulai waralaba, lihat dulu berapa modal yang bisa kamu siapkan.

Modal dalam bisnis waralaba antara lain digunakan untuk membeli atau menyewa hak cipta, menyewa tempat bisnis, membeli peralatan dan menggaji karyawan.

Pilih brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat

Menentukan bisnis waralaba sesuai dengan passion sudah kamu lakukan. Setelah itu, kamu pasti dihadapkan dengan banyak pilihan merek waralaba. Di bisnis minuman saja, ada berbagai jenis, mulai dari minuman boba, jus buah, hingga kopi. Belum lagi setiap jenis minuman memiliki banyak merek waralaba. Bagaimana sebaiknya menentukan pilihan?

Kamu pasti pernah melihat kedai-kedai minuman dengan antrean panjang. Mungkin kamu juga pernah mengalami sendiri harus antre berpuluh-puluh menit untuk mendapatkan ayam goreng di kedai favorit.

Dengan adanya antrean panjang ini menunjukkan jika produk yang dijual memiliki banyak peminat. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan kamu dalam memilih brand waralaba. Pengamatan juga bisa dilakukan melalui media sosial. Cari tahu merek-merek apa saja yang banyak diperbincangkan.

Namun demikian, bukan soal antrean saja yang menjadi pertimbangan. Pikirkan secara matang apakah bisnis ini mampu bertahan dalam jangka panjang atau hanya bisnis musiman saja. Sebab, meski sempat digemari banyak orang, ada jenis usaha yang pada akhirnya meredup.

Tentu ingat bisnis es kepal dengan campuran susu coklat dan berbagai topping yang dulu sempat hits dan dicari banyak orang. Setelah menjamur, usaha itu mundur perlahan hingga akhirnya hilang. Nasib serupa dialami bisnis es kopi dengan campuran cincau. Kamu pasti enggak mau, kan, bisnismu juga berakhir sama?

Pastikan bisnis sudah teruji dan konsisten memberi keuntungan

Bisnis waralaba seharusnya sudah mengantongi surat tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dari Kementerian Perdagangan. Surat ini menjadi salah satu petunjuk bahwa waralaba sudah teruji. Pastikan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai waralaba yang akan dipilih. Jangan hanya mengandalkan informasi dari franchisor saja, namun gali juga informasi dari sumber lain.

Cari tahu apakah bisnis yang dijalankan memiliki reputasi baik dan tidak pernah tersangkut masalah hukum. Jika memang pernah tersangkut masalah hukum, maka pelajari lagi apakah kasus yang menimpa merupakan kesalahan dari franchisorDi samping itu, laporan keuangan waralaba juga perlu diperhatikan. Pilih waralaba yang terbukti sudah memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Jangan pernah berpikir bahwa waralaba sudah pasti bisa menghasilkan untung. Ada baiknya cari juga jenis-jenis waralaba yang rugi dan akhirnya tutup sebagai bahan pembelajaran.

Skema kerjasama tidak memberatkan

Setiap waralaba menawarkan skema kerja sama yang berbeda-beda. Pastikan kamu memahami skema yang ditawarkan serta isi kontrak perjanjian secara keseluruhan.

Baca kontrak kerja sama dengan teliti dan pelajari penawarannya. Lihat biaya apa saja yang harus kamu bayarkan dan apa saja yang bisa didapatkan secara gratis. Di samping modal awal, waralaba biasanya menerapkan franchise fee dan royalty fee.

Franchise fee adalah biaya awal sebelum memulai usaha. Sedangkan royalty fee merupakan biaya yang dibayarkan setelah usaha berjalan, dihitung lagi omzet yang dihasilkan. Selain itu, luas lahan usaha, lahan parkir, dekorasi ruangan hingga jam buka usaha juga diatur dalam perjanjian waralaba. Pastikan kamu sanggup menjalankan setiap syarat yang tertera dalam kontrak.

Informasi tentang bisnis mudah didapatkan

Sebelum menentukan pilihan waralaba, kamu harus mencari banyak informasi mengenai waralaba yang akan kamu pilih. Pastikan informasi yang kamu cari mudah didapat.

Pilih waralaba yang memiliki banyak franchisee dan sering diulas, baik di media, blog, youtube, maupun media sosial lain. Lebih baik lagi jika waralaba memiliki akun media sosial atau website resmi sehingga lebih meyakinkan.

Jangan memilih jenis waralaba yang sulit dicari informasinya. Apalagi, kita butuh banyak informasi untuk mengetahui kinerja dan reputasi waralaba yang dipilih.

Baca juga: 5 Jenis Investasi dengan Modal Kecil Paling Potensial

Pilih lokasi strategis

Istilah posisi menentukan prestasi juga berlaku pada bisnis. Memilih lokasi yang tepat akan memberi pengaruh besar pada bisnis yang kamu kelola. Dengan lokasi strategis, maka kemungkinan pembeli datang juga akan semakin besar.

Pastikan lokasi yang kamu pilih merupakan tempat yang dekat dengan pusat keramaian, seperti mal, perumahan, perkantoran, atau sekolah. Jika perlu, lakukan survei penghasilan masyarakat sekitar lokasi dan sesuaikan dengan usaha yang kamu jalankan.

Selanjutnya, lokasi harus mudah diakses, baik oleh kendaraan umum maupun pribadi. Perhatikan lalu lintas di sekitar lokasi, apakah banyak kendaraan lalu-lalang. Lihat juga di sekeliling apakah ada usaha serupa yang berpotensi menjadi pesaing usahamu. Pelajari bagaimana usaha-usaha lain berjalan di sekitar lokasi yang kamu pilih. Apakah usaha tersebut berhasil atau tidak.

Itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai usaha waralaba. Selamat membuka usaha, semoga sukses.

 

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu