Sebelum Terlambat, Kenali Polis Lapse dan Cara Mencegahnya

52

Untuk mendapatkan manfaat asuransi, ada kewajiban yang harus kamu lakukan sebagai nasabah yakni membayar premi. Jika kamu terlambat atau berhenti membayar premi, maka akan terjadi polis lapse.

Pembayaran premi ini merupakan biaya yang dibayarkan oleh nasabah kepada perusahaan asuransi karena telah menanggung risiko kerugian yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Jumlah premi yang dibayarkan berbeda-beda tergantung produk asuransi serta jenis perlindungan yang ditawarkan.

Sebagai nasabah kamu harus mencermati ketentuan premi bersama dengan kewajiban-kewajiban lainnya yang tertuang dalam polis asuransi. Dalam polis asuransi akan tertulis besarnya premi asuransi yang harus dibayar. Yang pasti, premi asuransi harus dibayar setiap bulan dan biasanya berlangsung hingga bertahun-tahun. Jika nasabah tidak melanjutkan pembayaran premi, risiko asuransinya bisa lapse atau tidak aktif. Istilah polis tidak aktif sering juga dikenal sebagai polis lapse.

Penyebab polis lapse

Polis lapse merupakan kondisi di mana polis asuransi sudah tidak aktif. Dengan demikian, manfaat pertanggungan asuransi juga tidak dapat digunakan. Hal ini biasanya terjadi pada produk unit link, yakni produk asuransi yang menggabungkan fungsi proteksi dan investasi. Tetapi tidak menutup kemungkinan hal ini juga terjadi pada produk asuransi umum.

Baca juga: Premi Asuransi Terjangkau? Bisa, Kok

Dalam produk asuransi umum, kondisi lapse bisa terjadi jika pembayaran premi telah jatuh tempo dan melewati masa tenggang. Perusahaan asuransi biasanya memberi syarat pelunasan premi dalam periode 30 hari sejak tanggal polis berlaku. Jika terlambat membayar, pihak asuransi bisa membatalkan polis tanpa pemberitahuan sehingga otomatis menjadi polis lapse.

Perusahaan asuransi juga bisa memberikan waktu tenggang atau grace period untuk membayar premi yang telah menunggak. Lamanya grace period berkisar antara 30 hingga 60 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut premi tidak dibayar juga, maka polis akan menjadi lapse dan proteksi yang ditawarkan berakhir.

Sedangkan asuransi dalam bentuk unit link memiliki kelebihan ketika nasabah atau pemegang polis terlambat melakukan pembayaran premi. Lantaran memberikan proteksi dan investasi, ada dana tunai pada produk unit link yang seharusnya diperuntukkan sebagai investasi.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Nah, ketika nasabah terlambat atau tidak melakukan pembayaran premi, maka dana tunai tersebut secara otomatis akan dipotong untuk membayar premi, biaya administrasi, serta biaya lain yang tercantum dalam perjanjian polis. Istilahnya, nasabah bisa menikmati cuti premi. Namun, cuti premi ini bisa berlaku ketika nilai tunai dari dana investasi sudah terbentuk, biasanya setelah satu tahun polis asuransi aktif.

    Jika nilai investasi atau nilai tunai yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk membayar biaya premi serta tambahannya hingga melewati batas grace period, pada akhirnya polis akan menjadi lapse. Apalagi, besarnya premi dalam unit link biasanya lebih tinggi dibanding produk asuransi umum. Nilai tunai juga bisa berkurang jika kinerja investasi buruk atau pemegang polis sering mencairkan investasinya.

    Dampak dan kerugian polis yanglapse

    Pemegang asuransi seharusnya memahami dengan baik risiko yang ditimbulkan oleh polis tidak aktif. Adanya hal ini tentu merugikan nasabah lantaran membuat nasabah tidak bisa mengambil manfaat asuransi.

    Simak contoh kasus berikut ini. Pak Wahyu telah memiliki asuransi kesehatan. Lalu suatu ketika Pak Wahyu jatuh sakit dan harus menanggung biaya rumah sakit yang mencapai puluhan juta.

    Lantaran sudah memiliki asuransi kesehatan yang menanggung biayanya, Pak Wahyu seharusnya bisa mengajukan klaim biaya rumah sakit kepada perusahaan asuransi. Lantaran polis asuransi sudah tidak aktif atau lapse, maka perusahaan asuransi menolak klaim tersebut.

    Akibatnya, Pak Wahyu harus mengeluarkan dana pribadi untuk membiayai rumah sakit. Jika biaya rumah sakit cukup besar, hal ini bisa berakibat fatal pada kondisi keuangan Pak Wahyu.

    Baca juga: Untuk Antisipasi, Ini Jenis-Jenis Asuransi Banjir

    Sementara pada kasus asuransi jiwa, adanya polis yang tidak aktif bisa membuat keluarga atau ahli waris tidak mendapatkan uang pertanggungan saat nasabah asuransi meninggal dunia.

    Cara memulihkan polis yang lapse

    Setiap polis yang sudah lapse masih bisa diaktifkan kembali. Peraturan mengenai tata cara aktivasi polis akan tergantung dari masing-masing perusahaan asuransi. Ketentuan ini bisa dipelajari dalam perjanjian yang tertuang dalam polis. Jika sudah terlanjur mengalami hal ini  berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mengaktifkan kembali polis asuransi.

    Isi formulir pengaktifan polis

    Jika ingin mengaktifkan kembali polis yang sudah lapse, nasabah perlu menghubungi agen asuransi terlebih dahulu. Setelah itu agen asuransi akan memberikan formulir reinstatement untuk mengaktifkan kembali polis asuransi. Formulir pengajuan reinstatement biasanya juga bisa diunduh di website perusahaan asuransi.

    Bayar tunggakan premi dan denda

    Selanjutnya, nasabah harus membayar premi sebanyak bulan yang tertunggak. Di samping itu, masih ada biaya asuransi dan administrasi yang harus dibayarkan lagi, termasuk denda dan bunga jika ada.

    Lalu masa tunggu manfaat asuransi juga akan dimulai lagi dari awal. Ini akan sangat merugikan, terutama bagi nasabah yang memiliki penyakit kritis. Penyakit kritis biasanya memerlukan biaya cukup besar.

    Baca juga: Mana yang Lebih Untung; BPJS Kesehatan vs Asuransi Swasta?

    Jika polis tidak lapse, maka biaya pengobatan penyakit kritis akan langsung ditanggung oleh pihak asuransi. Sementara ketika terjadi lapse, ada masa tunggu hingga 90 hari. Jika nasabah terkena penyakit kritis sebelum 90 hari sejak tanggal pemulihan polis, maka pihak asuransi tidak akan menanggung biaya pengobatan.

    Pemeriksaan kesehatan

    Untuk asuransi kesehatan, nasabah harus melakukan pemeriksaan kesehatan kembali apabila polis asuransi sudah tidak aktif selama lebih dari tiga bulan. Nasabah juga harus menanggung biaya medical check up sendiri. Berbeda dari saat pertama mengajukan asuransi, di mana medical check up dibiayai oleh pihak asuransi.

    Apabila hasil pemeriksaan medis menunjukkan ada masalah kesehatan, kemungkinan polis yang sudah lapse tidak bisa dipulihkan kembali. Opsi lain yang mungkin ditawarkan, perusahaan asuransi akan mengenakan premi tambahan.

    Polis kembali ke awal

    Setelah melalui tahapan tersebut, polis asuransi kamu akan kembali aktif. Namun proses klaim asuransi biasanya akan menjadi lebih sulit dan lama karena polis dihitung kembali dari awal. Dengan kata lain, kamu seperti memulai asuransi dari awal lagi.

    Selain itu, perusahaan asuransi akan lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan. Apalagi jika nilai pertanggungan besar dan klaim dilakukan pada masa dua tahun pertama setelah asuransi kembali aktif.

    Rutin bayar premi untuk menghindari polis lapse

     

    Setelah mengetahui polis tidak aktif dan kerugiannya, maka jangan lupa untuk selalu membayar premi asuransi tepat waktu. Jika perlu gunakan sistem auto debit dari rekening tabungan atau menggunakan kartu kredit agar tidak lupa membayar premi pada periode yang telah disepakati.

    Sementara bagi pengguna produk unit link, kinerja instrumen investasi yang dipilih juga bisa mempengaruhi besarnya dana yang tersimpan. Untuk itu, nasabah perlu memilih investasi yang sesuai dengan profil risikonya.

    Selain membayar premi dengan rutin, pastikan juga bahwa nilai investasi kamu cukup untuk membayar premi dan biaya lainnya. Dengan demikian, risiko polis yang lapse bisa dihindari.

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu