Tetap Semangat Investasi Saat Corona, Ini Pilihan Terbaik

156

Wabah penyakit yang dipicu oleh virus corona telah memicu kepanikan di seluruh dunia. Hal inipun berdampak pada pilihan investasi saat corona ini. Maklum, jumlah korban terus berjatuhan di berbagai wilayah. Hingga 11 Maret lalu, mengutip data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 118.596 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 4.262 orang. Di Indonesia, jumlah pasien terinfeksi virus corona terus bertambah mencapai 34 orang. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan wabah penyakit ini akan berakhir. Sedang efek ekonomi dari pandemi global ini semakin tak terelakkan.

Dunia pun menghadapi ancaman resesi ekonomi. Sentimen negatif inilah yang akhirnya memukul kinerja pasar finansial. Bursa saham di berbagai negeri rontok tak tertahankan. Indeks Harga Saham Gabungan terperosok ke level 5.136 pada 9 Maret, level terendah sejak Desember 2016. Bukan hanya saham yang terpuruk, reksa dana juga ikut tergerus imbal hasilnya. Banyak investor terseret arus panic selling. Apakah kamu juga? Walau situasi ketidakpastian masih tinggi, jangan buru-buru berhenti berinvestasi, ya. Di tengah banyaknya kejatuhan harga instrumen investasi, kamu sebenarnya memiliki kesempatan menambah portofolio investasi dengan harga diskon, lho. Yuk, simak apa saja investasi saat corona yang dapat dilakukan berikut ini:

#1 Investasi saat corona dengan saham BUMN

Saham-saham perusahaan milik negara alias BUMN ikut terjun bebas harganya di tengah badai di pasar saham akibat wabah corona. Saham BUMN selama ini sering menjadi favorit para investor terutama saham BUMN dengan fundamental yang kuat dan prospek menarik. Beberapa saham BUMN juga masuk jajaran saham bluechip. Kini, dengan harga yang sudah terdiskon, kamu bisa menimbang untuk masuk berinvestasi di saham BUMN.

Baca jugaPanduan Investasi Saham Jangka Panjang yang Perlu Kamu Tahu

Apalagi, kemungkinan besar harga saham-saham BUMN akan kembali terkerek naik seiring kebijakan relaksasi buyback saham yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan. Mengutip Kontan.co.id, ada 12 emiten BUMN di sektor perbankan, infrastruktur dan pertambangan yang berencana melakukan buyback saham dengan anggaran mencapai Rp7 triliun-Rp8 triliun.

#2 Saving Bonds Ritel

Bagi kamu yang kurang nyaman dengan tajamnya fluktuasi harga saham, kamu bisa tetap berinvestasi di instrumen dengan risiko relatif kecil seperti saving bonds ritel (SBR). Ini adalah instrumen investasi berbentuk surat utang yang dirilis oleh pemerintah. Mirip dengan obligasi ritel (ORI) ataupun sukuk tabungan.

Yang terdekat, pemerintah akan menawarkan SBR seri 010 pada Juni nanti. Pilihan berinvestasi di obligasi negara tepat bagi kamu yang berprofil risiko konservatif dan mengharap imbal hasil cukup menguntungkan. Februari lalu, SBR seri 009 sudah meluncur dan memberikan imbal hasil tetap 6,3% per tahun. Investasi kamu di SBR akan dikunci selama dua tahun dan kamu akan menerima imbal hasil tetap setiap bulan selama periode tersebut. Bila ingin berinvestasi di sini kamu cukup menyiapkan dana mulai Rp1 juta.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    #3 Sukuk Tabungan

    Pilihan investasi favorit berikutnya di tengah wabah corona yang mencemaskan adalah sukuk tabungan. Sama dengan saving bonds ritel, sukuk tabungan adalah produk investasi berbentuk surat utang yang diterbitkan oleh negara. Dengan berinvestasi di sukuk tabungan berarti kamu bertindak sebagai kreditur bagi negara. Dana yang kamu investasikan akan digunakan oleh pemerintah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

    Baca jugaMomentum Stock Split dan Peluang Cuan Bagi Investor

    Tahun ini pemerintah berencana menerbitkan dua seri sukuk tabungan yaitu pada Agustus dan Oktober. Sukuk tabungan cocok menjadi pilihan kamu yang mencari produk investasi minim risiko di tengah situasi ketidakpastian seperti sekarang. Imbal hasilnya mencapai 6,75% per tahun merujuk pada besar kupon ST 006 yang sudah dirilis akhir tahun lalu.

    #4 Reksa Dana Pasar Uang

    Investasi pilihan selanjutnya di tengah situasi kecemasan akibat wabah virus corona adalah reksa dana pasar uang alias money market mutual fund. Sesuai namanya, reksa dana pasar uang memiliki aset dasar berupa instrumen pasar uang seperti sertifikat deposito, surat utang atau obligasi bertenor satu tahun, dan sebagainya. Tahun lalu, rata-rata return reksa dana pasar uang mencapai 5,1%.

    Kamu bisa menimbang berinvestasi di produk ini karena risikonya terbilang rendah di tengah ancaman resesi global seperti saat ini. Reksa dana pasar uang berpeluang memberikan imbal hasil melampaui bunga deposito perbankan. Modal investasi juga terjangkau mulai Rp100 ribu saja. Reksa dana pasar uang cocok bagi kamu yang memiliki tujuan keuangan jangka pendek di bawah dua tahun. Produk investasi ini juga cocok menjadi tempat dana darurat karena bisa dengan mudah kamu cairkan.

    #5 Reksa dana pendapatan tetap

    investasi saat corona

    Tren bunga rendah yang terjadi saat ini membuat harga obligasi terus meningkat dan menaikkan pamor reksa dana pendapatan tetap yang memiliki aset dasar obligasi. Tahun lalu, reksa dana pendapatan tetap berhasil menjadi reksa dana dengan kinerja terbaik. Rata-rata imbal hasil produk reksa dana pendapatan tetap mencapai 8,2%. Beberapa produk bahkan bisa mencetak return dua digit.

    Baca juga: 6 Langkah Mudah Diet Finansial Demi Keuangan Sehat

    Kamu bisa memilih berinvestasi di produk reksa dana pendapatan tetap sebagai bagian dari diversifikasi risiko. Reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko investasi moderat cenderung rendah. Cocok menjadi pilihan investor konservatif. Walau begitu, prospek imbal hasilnya cukup menarik dibanding reksa dana saham yang fluktuasinya lebih tinggi dan imbal hasilnya terpuruk beberapa tahun belakangan.

    Itulah 5 pilihan investasi terbaik di tengah situasi ketidakpastian global akibat wabah virus corona. Situasi yang muram tidak perlu menyurutkan semangat berinvestasi. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan ragu investasi saat corona.

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu