Tiga Blunder Fatal Investor Sukses yang Bisa Kita Pelajari

124

Investor newbie pasti selalu bermimpi suatu saat bisa mengikuti jejak para investor sukses, yang sekali investasi bisa untung jutaan dollar. Banyak buku yang menceritakan kesuksesan mereka, termasuk strategi yang harus dilakukan untuk berinvestasi, yang kemudian menjadi “buku wajib” plus sumber inspirasi.

Baca juga: Cerita Para Investor dan Pebisnis Sukses Dunia

Tetapi tahukah kamu kalau para investor itu juga manusia yang rentan melakukan kesalahan. Ada juga kesalahan yang dilakukan para investor kondang ini, meskipun mereka sudah sukses dan tajir melintir seperti sekarang ini. Selain melalui media konvensional dan media sosial, ada juga buku yang membahas isu ini. Misalnya saja buku berjudul Investment Blunders of The Rich and Famous karangan John F. Nofsinger atau Big Mistakes: The Best Investors and Their Worst Investment karangan Michael Batnick.

Ingin tahu kesalahan-kesalahan apa saja yang pernah dilakukan para investor ini? Simak penjelasannya berikut ini:

Jangan pernah libatkan emosi dalam investasi

Ini jadi kesalahan yang sering dibuat investor baik yang investor sukses atau baru coba-coba. Yup, berinvestasi secara menggebu-gebu dan ingin sekali instan. Nah, menurut investor beken Benjamin Graham, seseorang itu jago berinvestasi bukan karena IQ-nya di atas rata-rata, melainkan karena sabar dan disiplin.

Graham yang juga gurunya investor kondang Warren Buffett ini menyarankan, investor yang ciamik adalah yang bisa mengombinasikan antara pengetahuan dengan pengelolaan emosi. Menyinggung soal Warren Buffett, ternyata dia pernah berinvestasi dalam kondisi emosi, di Berkshire Hathaway pada 1962.

Saat itu Hathaway adalah perusahaan tekstil yang pailit. Pak Buffett berpikir dia akan mendapatkan keuntungan saat pabrik ditutup, karena itu dia menimbun stok tekstil. Nyatanya dia salah. Dia sempat memecat manajer dan dengan emosi menjalankan bisnis selama 20 tahun. Strategi emosiannya menyebabkan dia merugi hingga USD200 miliar.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Baca juga: Kiat Sukses Orang Kaya Mengelola Uang

Jangan terlalu overconfidence atau pe-de

Pernah dengar Long Time Capital Managemant (LTCM)? Ini adalah sebuah perusahaan keuangan Amerika Serikat yang sempat maju dengan pesat sehingga pendirinya sangat percaya diri bisa menangguk keuntungan lebih banyak lagi. Perusahaan ini didirikan oleh para veteran, doktor, profesor, dan dua pemenang hadiah Nobel. Jadi jangan heran kalau banyak yang mempercayakan uangnya untuk diinvestasikan lewat perusahaan ini.

Tahun-tahun pertama, perusahaan ini mendapatkan keuntungan yang luar biasa, tetapi pendirinya John Meriwether punya ambisi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kalau bisa di atas perusahaan keuangan yang sejenis.

Singkat cerita, pada tahun 1988 perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan dan kehilangan dana senilai USD4,4 triliun dari dana kapital perusahaan USD4,7 triliun. Hilangnya dana tersebut disebut-sebut karena krisis, namun ada juga yang mengatakan bahwa perusahaan itu melakukan investasi di saat yang tidak tepat.

Cerita tentang LTCM ini disinggung di dalam buku Investment Blunders of The Rich and Famous dan menyarankan agar sebagai investor jangan sampai kita terlalu pede sehingga tidak berpikir secara rasional.

Rahasia investor sukses: pelajari investasi sebelum merogoh kocek

Seringkali investor “lupa” bahwa mempelajari sebuah investasi itu penting. Mereka ikut berinvestasi karena ikut-ikutan teman, tergoda tawaran investasi karena keuntungannya besar atau cuma iseng saja. Hal ini dibahas buku Big Mistakes: The Best Investors and Their Worst Investment dengan memberikan contoh miliarder Stanley Druckenmiller, yang notabene anak asuhan George Soros.

Dia sempat bekerja dengan Soros, sampai akhirnya mendirikan perusahaan sendiri Duquesne Capital Management. Menurut buku itu, Druckenmiller pada tahun 2000 merugi karena tidak mempelajari objek investasinya.

Baca juga: Investor Newbie, Perhatikan Hal Ini!

Ya, saat itu dia berinvestasi di perusahaan teknologi incarannya dan kehilangan dana sebanyak  USD3 miliar. Dengan mempelajari kesalahan para investor sukses, semoga bisa menambah  pengetahuan kamu dalam menentukan langkah investasi dan tentunya, menghindari melakukan kesalahan yang sama. Setuju

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu